Lampu DMX atau ArtNet kedip / flicker
Fixture menyala tapi berkedip tidak beraturan — kadang satu unit, kadang seluruh rantai. Sering memburuk saat lebih banyak fixture dinyalakan, atau saat kabel digerakkan.
Diurut dari yang paling sering kami temui. Periksa berurutan — biasanya ketemu sebelum sampai bawah.
-
Terminator 120Ω tidak terpasang di ujung rantai
Ini penyebab nomor satu, dan yang paling sering dilewati. DMX512 adalah bus RS-485: tanpa resistor 120Ω di fixture terakhir, sinyal memantul balik di ujung kabel dan bertabrakan dengan data yang masuk. Gejalanya persis seperti ini — kedip acak yang makin parah saat rantai makin panjang.
-
Kabel audio dipakai sebagai kabel data
Kabel mikrofon XLR terlihat sama dengan kabel DMX dan konektornya pas, tapi impedansinya sekitar 50–75Ω, bukan 120Ω. Di rantai pendek sering 'kelihatan jalan', lalu gagal begitu panjang kabel bertambah atau fixture ditambah. Kabel DMX yang benar: shielded twisted pair 120Ω.
-
Topologi bintang, bukan daisy-chain
DMX harus satu rantai berurutan: controller → fixture 1 → fixture 2 → dan seterusnya. Mencabangkan satu output ke beberapa arah dengan splitter pasif atau konektor Y membuat pantulan di tiap cabang. Kalau butuh bercabang, gunakan splitter/booster aktif yang benar-benar me-regenerate sinyal.
-
Tegangan drop di ujung strip LED
Kalau yang berkedip adalah LED strip panjang dan kedipnya muncul saat semua warna menyala penuh (putih), masalahnya kemungkinan daya, bukan data. Tembaga di strip punya resistansi; di ujung jauh tegangan bisa turun sampai di bawah ambang kerja driver. Solusinya injeksi daya di beberapa titik, bukan mengganti kabel data.
-
Frekuensi PWM fixture terlalu rendah
Kalau kedip hanya terlihat di layar kamera tapi tidak oleh mata, ini bukan masalah sinyal sama sekali — ini frekuensi PWM dimming fixture yang berinteraksi dengan shutter kamera. Fixture murah sering berjalan di 300–1000Hz. Untuk lokasi yang akan direkam, perlu fixture dengan PWM tinggi (biasanya di atas 3kHz) atau yang punya pengaturan frekuensi.
-
Terlalu banyak unit dalam satu rantai
Spesifikasi RS-485 membatasi 32 beban per segmen. Banyak fixture modern punya impedansi input lebih tinggi sehingga praktiknya bisa lebih, tapi begitu melewati sekitar 32 unit tanpa booster, sinyal mulai melemah dan gejalanya tampak seperti kedip acak.
Bisa dikerjakan tanpa alat khusus. Kerjakan berurutan dan catat hasilnya.
- Pasang terminator 120Ω di port output fixture terakhir. Kalau kedipnya hilang atau berkurang drastis, penyebabnya sudah ketemu.
- Rekam dengan kamera ponsel. Kedip yang hanya muncul di layar tapi tidak di mata = masalah PWM fixture, bukan kabel atau data.
- Lepas semua fixture, sisakan satu yang paling dekat controller. Kalau stabil, pasang kembali satu per satu sambil tes — unit atau segmen kabel yang memicu kedip akan ketahuan.
- Periksa kabelnya benar-benar kabel DMX 120Ω, bukan kabel mikrofon. Biasanya tertulis di jaket kabel.
- Untuk LED strip: ukur tegangan di ujung terjauh saat semua warna menyala penuh. Turun lebih dari sekitar 10% dari nominal berarti perlu injeksi daya.
Kalau terminasi sudah benar, kabel sudah kabel data, dan kedip masih muncul acak — terutama di instalasi yang sudah berjalan dan tiba-tiba bermasalah — biasanya ada yang lebih dalam: ground loop antar perangkat yang bagian listriknya terpisah, gangguan dari dimmer atau inverter di dekatnya, atau kabel yang rusak di dalam tembok. Ini perlu diukur, bukan ditebak.